Aset atau Liabilitas?
Sebenarnya, harta yang kita miliki terdiri dari dua jenis. Yaitu aset dan liabilitas. Menurut Wikipedia, aset adalah barang ekonomi yang dapat memberikan manfaat usaha dan menambah kekayaan di kemudian hari. Sedangkan liabilitas adalah barang-barang yang kita miliki saat ini dan memaksa kita untuk menyisihkan kekayaan untuk membiayainya. Dalam arti kasar, liabilitas menyedot kekayaan kita.
Aset dan liabilitas tidak mutlak adanya. Seperti misalnya, sepeda motor. Bagi seorang pelajar, sepeda motor adalah liabilitas, namun bagi seorang bapak pengantar koran dan majalah, sepeda motor itu adalah aset. Kenapa bisa begitu?
- Bagi pelajar tersebut, tidak ada nilai ekonomis yang didapat dalam penggunaan sepeda motor itu jika hanya digunakan untuk berangkat dan pulang sekolah saja.
- Sedangkan dengan sepeda motor itu bapak pengantar koran bisa mengantar korannya dengan lebih cepat dan menghasilkan lebih banyak uang. Meskipun ada biaya perawatan yang mengurangi kekayaan, namun bapak mendapatkan manfaat ekonomi lebih besar daripada jika harus naik sepeda atau jalan kaki.
Nah, gampang dipahami, bukan?
Sebagai pengusaha dan calon pengusaha, harus mengetahui benar bedanya aset dan liabilitas. Seringnya, orang akan terjebak dengan liabilitas atas alasan kenyamanan. Jika kita memiliki aset yang lebih besar daripada liabilitas, tentu saja tidak akan jadi masalah. Namun masalah akan datang jika kita tidak bijak mengelola liabilitas. Nah, sekarang coba dilihat, terdiri dari apa saja harta kita? Lebih banyak aset atau liabilitas?
