Ibadah bukan sekedar ritual…

Monday, December 8, 2008 16:39
Posted in category Voice of Faith by Iwan Restiono

Hari ini ikutan jadi panitia kurban di masjid sebelah utara rumahku. Nggak banyak sih yang dikurbankan, cuma 5 ekor kambing doank. :D Sebelumnya, kemarin mengikuti takbiran di masjid aja. Kata pak Ustadz, ndak perlu takbiran keliling, toh di masjid sama saja. Nggak usah pake pengeras suara, Allah juga sudah denger kok. :D

Kembali ke hari kemarin, sehabis maghrib, aku dan temenku diminta pak Ustadz ngambil kambing yang akan dikurbankan di rumah pak Haji X (maaf namanya aku samarkan). Rumahnya ngga jauh sih dari masjid. Tapi bikin males banget soalnya orangnya sombong banget. Beberapa waktu yang lalu, saat pembangunan masjid, tuh orang emang nyumbang paling gede, tapi minta namanya ditulis lengkap. “Kok cuma Bpk X? Harusnya Kyai Haji X dong…” begitu kata-kata yang akan kami ingat sampai kapanpun sebagai pengingat betapa sombongnya makhluk Allah satu itu. Dan kejadian itu terulang lagi, beliau ini berkurban 3 ekor kambing tapi minta namanya disebutkan jelas dalam pembagian hewan kurban nanti. Kami mengiyakan saja, tapi dalam hati kami mengumpat, bisa-bisanya ada orang yang kayak gini.

Akhirnya, hari penyembelihan tiba dan semua kambing disembelih. Segera setelah itu dibagikan kepada orang-orang yang telah mendapatkan kupon sehari sebelumnya. Disisakan sebanyak 1/2 Kg dan kami masak menjadi gulai yang kemudian dimakan bareng-bareng panitia dan beberapa warga yang ikut membantu. Tiba-tiba pak X, yang nyumbang kambing 3 kemarin, datang dan memprotes kami. Dalam seremony kecil-kecilan tadi kami memang tidak menyebutkan nama beliau. Pak ustadz minta maaf, tapi beliaunya tidak mau tahu dan mulai memaki pak ustadz. Kami yang muda-muda langsung emosi dan balik mengumpat, “kalo bapak nggak ikhlas, nggak apa-apa, kami kembalikan duit bapak, kas masjid dan uang teman-teman serta warga disini cukup kok untuk mengembalikan 3 ekor kambing bapak, tapi ingat pak, kami tidak menjamin bahwa laknat Allah tidak turun kepada anda!” begitu teriak salah satu teman saya yang memang terkenal agresif dan responsif. Akhirnya dengan masih dongkol, pak X ini pergi.

Aku cuma mengelus dada melihatnya. Bukankah nilai kurban terletak pada keikhlasannya? Kasihan pak X ini, dia merugi 2x, dia kehilangan uang juga kehilangan pahala dari keikhlasannya tersebut.

Ibadah itu nggak cuma upacara ritual, seperti gerak badan senam pagi yang dilakukan PNS tiap jumat tetapi harusnya lebih dari itu, ibadah harus punya dimensi moral spiritual dan mengandung aspek edukatif untuk membangun perilaku konstruktif. *halah, opo iki?* Ibadah seharusnya memiliki implikasi dalam kehidupan sehari-hari, seperti sholat misalnya tentang sholat bisa mencegah perbuatan keji dan munkar:

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (al-Qur’an) dan dirikanlah shalat.Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Q.S Al-Ankabut:45

Nah, seharusnya orang yang sholat, tidak berbuat keji dan munkar. Lalu kenapa masih ada orang yang rajin sholat tapi juga rajin maksiat, korupsi dan membunuh orang tak bersalah? Wah, kalo itu jangan tanyakan ke aku, tapi tanyakan ke yang bersangkutan tentang apa tujuan dia untuk sholat. :D

Kembali ke kurban tadi. Kurban itu bukan ritual untuk “menyuap” dzat yang Maha Segalanya yaitu Allah. Bukan persembahan untuk Allah. Allah itu Maha Kaya, tidak butuh suap dari makhluk lemah seperti kita. Lah wong yang menciptakan kambing, sapi dan unta itu ya Allah kok. :D Menurutku, yang terpenting dari kurban bukanlah terletak pada kepada apa atau siapa daging itu dipersembahkan, tetapi terletak pada pengaruh ritual itu terhadap diri orang yang menjalankannya. Ya, keikhlasan, itulah yang Allah ingin lihat dari umat Islam.

Jadi intinya, kalo sudah berkurban tapi tidak ikhlas, sama saja dengan tidak berkurban. Bahkan mungkin lebih rugi karena sudah kehilangan harta yang tidak sedikit.

Related posts:

  1. Kami pikir bukan masalah besar…
    Sepasang cowok dan cewek sedang dalam perjalanan di dalam mobil. Si cowok mengemudi dan si cewek dud

You can leave a response, or trackback from your own site.

11 Responses to “Ibadah bukan sekedar ritual…”

  1. Lutfi says:

    December 8th, 2008 at 17:23:21

    semoga bapak X diberi petunjuk olehNya dan sadar. trimakasih mas, telah berbagi dengan menuliskannya diblog :D

    Lutfi, posting terakhirnya adalah Selamat Merayakan Idul Adha

  2. geblek says:

    December 8th, 2008 at 19:59:34

    blogger mediun nyumbang pirang wedus wan :)

    geblek, posting terakhirnya adalah Monetizing Blog Adalah Hak Bukan Kewajiban

  3. anton says:

    December 8th, 2008 at 22:09:11

    Selamat hari raya idul adha mas…

    anton, posting terakhirnya adalah Holiday Crafts from Google

  4. bocah says:

    December 8th, 2008 at 22:15:47

    hehehehe semoga saya ga dikasih sifat kayak bapak tadi wekekeke

    bocah, posting terakhirnya adalah Komentar Blog Via SMS

  5. ndop says:

    December 9th, 2008 at 10:33:42

    lha iya, nyangopo kok “wong-wong putih” kae bengok-bengok “Allohuakbar3x”, sampek marahi kuping budek?? tanya kenapa??

    hehehe.. padahal khan Alloh Maha Mendengar to.. wekekek…

    ndop, posting terakhirnya adalah Free download Master Kalender 2009 (.cdr dan .svg)

  6. ekkei says:

    December 9th, 2008 at 11:37:34

    iya, kasihan bapak haji itu. semoga Allah memberikan petunjuk kepada beliau.

    ekkei, posting terakhirnya adalah Download Bermacam Topik Artikel PLR

  7. nugroho says:

    December 9th, 2008 at 15:04:19

    hehehe… lawong wes kaji ae yo akeh seng jek sombong, budal kaji wes sombong opo meneh mulehe… [-(

    nugroho, posting terakhirnya adalah Yang ditunggu datang juga…

  8. adit-nya niez says:

    December 9th, 2008 at 15:42:59

    Kan udah dibilangin tuh sama rasul klo kurban itu ndak nyampe kambingnya ke Allah, yang nyampe cuma taqwa dari qurbani aja. Uhuhu…

    Btw, saya baru tau klo PNS setiap jumat ada senam… :D

  9. ono says:

    December 9th, 2008 at 16:05:12

    mas… jangan kebanyakan sate kambing lho.
    Musim hujan nih.

  10. eko says:

    December 10th, 2008 at 23:57:49

    Walah mas2, pak X itu kayaknya butuh siraman rohani yang banyak, bukan siraman lagi tapi grujukan rohani yang banyak kayak e..

    eko, posting terakhirnya adalah 2 Motor Lenyap Dalam Sekejap

    Kalo pak X itu yang bisa nyadar kalo yang datang malaikat mas…hahahahaa

  11. rangga says:

    December 13th, 2008 at 19:52:49

    kalau ada yang nganggap ibadah itu adalah ritual itu salah dong sempat aja, artinya bukan ibadah tapi ritual, wah mantap tu jadi panitia kurban

    Jadi panitia-panitia di lingkungan itu sekalian buat silaturahmi bos…bisa nambah rejeki dan pahala…siapa tau aja ada job…:)

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »