hari ini menengok blog, di bagian shoutbox, agak terkejut dengan sebuah message ini:

Aku yakin message ini dikirim dari blogku yang udah aku tutup, karena shoutbox ini adalah shoutbox di blog lama juga. Jika melihat message-nya, ini ada hubungannya dengan tulisanku di blog lama mengenai malam satu syura atau malam tahun baru Islam di kota Madiun.
Satu lagi arogansi menambah daftar panjang arogansi bangsa ini.
Di blog ini memang bebas berekspresi, mengemukakan pendapat, tapi bukan berarti mengancam seperti message diatas. Message ini seolah-olah membungkam seseorang untuk mengatakan apa yang dilihatnya. Seolah-olah akan terjadi sesuatu yang buruk jika seseorang mengatakan sejujurnya apa yang dia rasakan dan dia lihat. Ini adalah ancaman terselubung. Hal ini jelas nggak sehat. Jika hal yang aku tulis tidak benar adanya, tentunya yang bersangkutan bisa mengklarifikasikan atau memberikan saran seperti yang dilakukan sodara Hendra.
Yang aku khawatirkan adalah yang bersangkutan ini tidak membaca secara seksama apa yang aku tulis. Yang bersangkutan menilai sesuatu dari perasaan suka dan tidak suka. Padahal, yang aku tulis adalah apa yang dirasakan sebagian besar dari masyarakat di kota Madiun saat hal itu terjadi. Jika diadakan polling, tentu masyarakat tidak pernah ada yang menghendaki kejadian tersebut seperti halnya aku.
Yang aku sesalkan adalah, pendekar tidak bisa berbuat layaknya pendekar. Itu saja, tidak ada yang lain. Bukan maksud aku mendeskreditkan salah satu perguruan. Karena terus terang saja, kakak-kakakku dan aku sendiri berasal dari kedua perguruan tersebut, bukan hanya salah satu perguruan saja. Apa yang kakakku dan aku lakukan bukanlah loyalitas buta, namun sekedar mencari ilmu yang mungkin bisa diamalkan untuk membantu sesama. Bukan berkumpul dan berserikat untuk menindas sesama dengan berlagak bak jagoan di jalanan.
Kalo memang yang bersangkutan menginginkan klarifikasi, tentunya dia bisa berkomentar di form yang disediakan. Dan bukankah posting aku sudah ku-edit sedemikian rupa sehingga tampak obyektif? Sekali lagi, jika belum tampak obyektif, kenapa tidak memberikan tambahan supaya apa yang aku kemukakan menjadi tidak menyesatkan dan sesuai dengan keinginan masing-masing pihak? Apa kerjaannya bisa mengancam saja? Mungkin saja.
Bagaimanapun, aku sudah berhati-hati dengan mengatakan apa yang sebenarnya. Ingat mas atau pak atau siapapun anda, bahwa Allah itu maha tahu. Aku lebih takut kepada Allah daripada manusia. Tidak akan berhenti aku mengatakan yang sebenarnya sekalipun hal itu mengancam nyawaku.
Tags: ancaman
Iwan Rystiono
Laki-laki berumur 23 tahun.
Lahir dan besar di Madiun.
Sekarang juga masih tinggal di Madiun dan bekerja sebagai kuli IT di perusahaan kecil milik sendiri.
Aku adalah laki-laki biasa-biasa saja, cenderung aneh, menyukai psikologi manusia, penyayang binatang dan wanita, menghormati orang tua, benci narkoba dan seks bebas.
Kamu mengunjungi blog ini dengan Nomor Protokol Internet (IP) 38.103.63.17 dengan request port 49128, kamu tertarik dengan free hosting? Klik disini.
February 22nd, 2008 at 01:29:35
yaahh pendapat orang, isi kepala orang kan macam2
yah cuekin ajalah
February 22nd, 2008 at 01:46:07
maaf mbak icha, aLe kurang sependapat,
hal sperti ini tidak bs dicuekin bgitu saja,
aLe sangat merasakan kehawatiran mas iwan,
karena hingga dibuatkan postingan utk klarifikasi segala.
buat mas iwan,
mungkin yg lebih pas bukan cuek, tp santai dan berdoa,
aLe merasakan aura ancaman itu memang benar2 serius,
tapi yg aLe tahu Tuhan tak akan memberikan kita ujian yg kita tidak mampu atasi, aLe jg yakin Tuhan tidak tidur. dan dari situ aLe juga yakin klo mas iwan memang benar pasti akan ada jalan keluar kok.
keep writing
February 22nd, 2008 at 02:35:21
@Bunda Icha:
Kalo saya sih cuek, ndak ketahuan juga sapa orangnya yang bikin message itu kok…
@aLe:
Ya nggak seserem itulah, at least belum…hehehehe…
Kalopun memang udah masuk kategori “mengancam keselamatan” bukan kesini lapornya…tapi pak Polisi…hehehehe…
February 22nd, 2008 at 03:02:26
memangnya apa sih yang terjadi 1 suro kemaren di madiun
kok di berita gak ada apa apa ya?
apa kah ada bencana nasional?
pendekar itu apaan to? komunitas atau istilah?
emang hari gini masih ada gituan ya?
kirain jaman wiro sableng aja!!!
mari lakuan hal positif saja!!!
February 22nd, 2008 at 11:16:30
dicuekin ajah mas Wan….eh, btw blog di dagdigdugmu apa ya?
February 22nd, 2008 at 12:50:57
weleeeeeh… ngomongin ni lagi yak? repot jg deeeeeh.. hihihih..
setahuq MAdiun tuh kota damai.. tapi kalo emang udah bikin ribet warga Madiun sendiri, gimana kalo mereka damai aja kemudian meningkatkan perkembangan kota madiun bersama-sama..? Dimulai dari menghilangkan egoisme dalam diri masing-masing.. khan semua pihak pasti seneng tuh???
*duh!kok kayak saran buat orang berumah-tangga yach? -_-’
intinya.. peace is better than war
February 22nd, 2008 at 20:33:08
ah kalau ngomongin ini gak bakalan ada habisnya, mereka itu blm tau apa itu mouse mungkin, mangkaya saya sendiri sbg anak madiun asli males liat tingkah laku mereka, ugal2an tanggung
kalo org jawa bilang grudak gruduk tok
byk pendekar/apalah istilah dr mereka, tapi apa yg bisa dibanggain dr pendekar2 itu ?
February 24th, 2008 at 00:32:31
Ah…masalah itu laghi…
Yang namanya orang pasti akan menanggapi berbeda untuk sebuah pokok bahasan atau masalah yang sama. Selama kita benar dan ga ganggu sah2 aja to…
lha wong kita itu diibaratkan cuma corong kok..cuma ngasih tau… ya nggak wan..
February 25th, 2008 at 03:56:51
lagi ngomongin apa sih?